Penjelasan Fumigasi Deasidifikasi dan Laminasi

FUMIGASI, DEASIDIFIKASI DAN LAMINASI

K.B 1
A. Arti fumigasi
Ialah suatu cara melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi (pembakaran atau penguapan zat kimia yang mengandung racun). Kata Fumigasi berasal dari bahasa latin fumigare yang berarti pengasapan.

B. Bahan kimia yang digunakan fumigasi
Bahan yang digunakan: carbon sulfit (CS2), carbon tetra chloride (CCL4), methyl bromide (CH3 Br), thymol cristal, dan naptaline. Penggunaanya disesuaikan dengan jumlah ruang dan bahan pustaka yang akan difumigasikan. Yang perlu dipersiapkan sebelum fumigasi : ruangan, peralatan, dan bahan yang akan difumigasi. Jenis bahan kimia yang digunakan untuk proses fumigasi : hydrocianide, carbon disulphide, methyl bromideethylene dibromide, ethylene oxide, sulphur fluoride.

C. Bahan yang difumigasi
Semua bahan pustak dapat difumigasi, termasuk daun lontar maupun bahan audio visual yang dianggap perlu. Kecuali jenis buku bersampul kulit (tidak boleh difumigasi dg bahan methyl bromide & ethylene oxide). Bahan yang terlalu tua disarankan tidak difumigasi, sebab ada cara lain membunuh serangga didalamnya dengan mendinginkan mencapai 37°C.

D. Pelaksanaan
Pelaksanaan funigasi disesuaikan dengan kondisi ruangan dan peralatan yang dimiliki oleh perpustakaan dan bahan kimia yang digunakan.
Fumigasi dengan carbon disulfit (CS2)
Fumigasi dengan methyl bromide (CH3Br)
Fumigasi dengan thymol cristal
Fumigasi dengan menggunakan napthaline
Bahan yang digunakan untuk fumigasi adalah bahan beracun yang berbahaya bagi manusia, jadi setelah mengadakan proses fumigasi ruangan harus dibersihkan.

E. Ruang fumigasi
Pekerjaan fumigasi ini harus dilengkapi dengan :
Ruangan, lemari atau kotak tertentu
Perlengkapan petugas seperti topeng penahan gas dan baju laboratorium
Bahan kimia untuk proses pengasapan
Kipas angina tau blower dan alat pembersih
Berikut beberapa contohsebagai pedoman fumigasi :
- Fumigasi untuk buku-buku yang berjumlah besar tempat mengadakan fumigasi adalah diseluruh gedung atau seluruh ruangan penyimpanan bahan pustaka. Bahan yang digunakan adalah hydrogen cyanide carbon disulphide atau methyl bromide.

- Fumigasi untuk beberapa ratus buku ruangan yang digunakan untuk keperluan fumigasi ini adalah ruangan khusus dengan menggunakan yang dihampa udarakan (divakumkan). Bahan yang digunakan ethylene oxcide dan carbon dioxide (1:9)

- Fumigasi untuk beberatus buku ruangan yg digunakan adalah ruangan khusus menggunakan bahan kimia methyl bromide.

- Fumigasi untuk beberapa buah buku, ruangan yang digunakan adalah lemari yang tidak dapat dimasuki udara, kotak atau kaleng biscuit yang tertutup, bahan kimia yang digunakan adalah Krital paradichlorobenzene.


MENGHILANGKAN KEASAMAN PADA KERTAS
(DEASIDIFIKASI)
K.B 2
Deasidifikasi adalah kegiatan pelestarian bahan pustaka dengan cara menghentikan proses keasaman yang terdapat pada kertas dengan baik dengan cara basah maupun dengan cara kering. Usaha menghentikan proses tersebut dinamakan deadisikasi.
3 cara untuk mengetahui tingkat keasaman kertas pada buku :
Uji keasaman menggunakan pH meter 7020 adalah alat pengukur keasaman kertas yang menggunakan bejana yang berisi cair.
Dengan mengukur tingkat keasaman kertas pada buku menggunakan kertas pH yang merupakan kertas yang ujungnya ditempeli bahan yang peka terhadap keasaman dari berbagai tingkatan.
Menggunakan spidol pH.
Deacidification dapat dilakukan 2 cara yaitu :
1. Cara kering : jika buku menggunakan bahan tinta yang luntur, menggunakan campuran amoniak dan air bersih (1:3) yang ditempatkan dalam bejana untuk diambil uapnya, diletakan disudut ruangan dan disediakan exhaust fan, proses berlangsung selama ±24 jam.
2. Cara basah : buku atau kertas harus direndam di dalam air suling dan dicampur magnesium carbonat selama 30 menit, lalu diangkat untuk dikeringkan.


LAMINASI DAN ENKAPSULASI
K.B 3
A. Laminasi
Adalah melapisi bahan pustaka dengan kertas khusus, agar bahan pustaka lebih awet, pelapis bahan pustaka terdiri dari film oplas, kertas cromton, atau kertas pelapis lainya. Pelapis ini menahan polusi atau debu yang menempel pada bahan pustaka.
1. Laminasi Mesin
- Cara dingin : Melapisi kedua sisi kertas dengan bahan yang disebut film oplas. Di Indonesia yang memiliki peralatan ini adalah Arsip Nasional Republik Indonesia.
- Cara panas : menggunakan kertas cromton untuk melapisi kedua sisi bahan pustaka. Kertas dipanaskan antara 70  –  90 0 .

2. Laminasi manual
Cara ini dikerjakan dengan menggunakan kertas laminasi yang impor khusus dari luar negeri, bahan ini belum diproduksi di Indonesia. Cara penggunaanya meletakkan kertas laminasi diatas meja diberikan alas, kemudian bahan pustaka diletakkan diatasnya kemudian dioleskan aceton dan dikeringkan, setelah kering pinggirnya digunting rapi

3. Laminasi lontar
Untuk menghindari pengaruh iklim, lontar dapat dilapisi dengan miyak sereh. Untuk mencegah dari kelembaban setiap daun lontar perlu dilapisi dengan aceton dan ethanol. Fungsi lain dari campuran kimiawi itu ialah pemberi daya pelumas terhadap daun lontar.

B. Enkapsulasi
Enkapsulasi adalah salah satu cara melindungi kertas dari kertas yang bersifat fisik, pada umumnya kertas yang akan di enkapsulasi berupa kertas lembaran seperti naskah kuno, peta, poster dll. Pada enkapsulasi setiap lembar kertas diapit dengan cara menempatkanya diantara dua lembar plastic yang transparan.

Perbedaan Laminasi dengan Enkapsulasi adalah :
1. Laminasi bahan pustaka menempel dengan pembungkusnya Enkapsulasi tidak menempel
2. Laminasi menggunting bagian tepi plastic pelindungnya Enkapsulasi tidak menggunting
Yang penting harus diperhatikan dalam pelaksanaan enkapsulasi adalah bahwa kertas harus bersih, kering dan bebas asam.

Postingan terkait: